
Para pakar keuangan bilang, dalam situasi tertentu, kita semua membuat
kesalahan dalam mengelola uang. Demikian pula para ibu. Kesalahan mengelola
keuangan yang paling umum dilakukan para ibu adalah, mereka sering mengabaikan
dana pensiun mereka. Kesalahan lainnya akan dijelaskan di bawah ini — beserta
solusinya.
Memprioritaskan biaya kuliah anak
Banyak orangtua menginvestasikan seluruh tabungan mereka untuk pendidikan
tinggi anak-anak. Pada saat yang sama, mereka harus membayar utang. Oleh karena
itu, kebanyakan para ibu tidak menabung untuk masa pensiun karena harus membuat
prioritas dari sumber keuangan yang terbatas. Namun, mereka lupa bahwa menabung
untuk masa tua mereka lebih penting dibandingkan dengan pengeluaran yang hanya
berfokus pada pendidikan anak-anak.
Para ahli keuangan merekomendasikan orangtua untuk mempertimbangkan masa depan
mereka terlebih dahulu. Ini tidak akan membikin Anda egois. Perencanaan pensiun
adalah sesuatu yang setiap orang harus pertimbangkan. Kedua, itu adalah cara
Anda bisa melakukan sesuatu yang baik untuk seluruh keluarga.
Tidak terlibat dalam masalah keuangan
Kebanyakan ibu berpikir, tanggung jawab mereka adalah mengurus anak-anak.
Meskipun itu benar, para ahli keuangan mengatakan bahwa ada banyak lagi yang
harus dilakukan selain itu. Banyak ibu tidak peduli tentang ke mana larinya
uang dan bagaimana mengelola keuangan pribadi mereka secara efektif. Jika
mereka menunjukkan minat dalam keputusan keuangan pribadi, maka itu akan
menjadi hal yang baik untuk semua anggota keluarga mereka.
Tidak memberikan uang saku untuk anak
Beberapa orang berpikir bahwa mereka dapat menabung banyak uang jika mereka
menghindari memberikan uang tambahan untuk anak-anak. Namun, sebenarnya itu salah.
Jika anak-anak tidak mendapatkan uang saku, mereka tidak akan mampu membangun
kesadaran yang benar tentang bagaimana cara untuk menghabiskan uang itu dengan
bijaksana.
Para pakar keuangan menyarankan para ibu untuk memberikan anak-anak
mereka cukup uang saku. Ini akan membantu mereka membayar barang yang mereka
beli sendiri. Akhirnya, mereka akan mengembangkan kesadaran untuk mengelola
keuangan pribadi dengan baik.
Mengorbankan gaji untuk jam kerja yang
fleksibel
Para ibu yang memiliki anak-anak yang masih sangat kecil merasa perlu
menyeimbangkan kehidupan kerja dan kehidupan keluarga mereka. Hal ini
mengharuskan mereka untuk meminta kepada atasan mereka untuk jadwal kerja yang
fleksibel di tempat kerja. Banyak ibu yang rela diturunkan gajinya hanya supaya
mendapatkan jam kerja yang fleksibel. Namun, hal tersebut tidak dianjurkan.
Tidak menata rumah
Sebuah rumah yang berantakan tidak hanya terlihat buruk, tapi juga dapat
memengaruhi kondisi mental. Jika ibu tidak menata pakaian dan buku anak-anak mereka,
hal tersebut justru dapat menambah biaya. Barang-barang tersebut dapat
cepat rusak, dan Anda perlu membeli pakaian dan buku yang baru.
Para pakar keuangan menyarankan para ibu untuk berbelanja buku dan pakaian
anak-anak mereka di berbagai toko yang menawarkan diskon. Mereka dapat
menghemat banyak uang dengan cara ini.
Oleh: Mandy Seay, QuickEasyFit | Work + Money
Related :